Pendekatan Psikologi dalam Studi Islam
Berhubungan dengan kajian studi Islam teori-teori psikologi digunakan untuk menjelaskan gejala-gejala lahiriyah orang beragama. Yang termasuk gejala-gejala kejiwaan yang berkaitan dengan agama seperti sikap orang beriman dan bertakwa, orang yang berbuat baik, orang yang jujur dan sebagainya. Selain itu psikologi juga dapat digunakan sebagai alat untuk memasukan agama kedalam jiwa seseorang sesuai dengan tingkat usianya. Dengan demikian pendekatan psikologi dalam studi agama digunakan sebagai alat untuk menjelaskan gejala atau sikap keagamaan seseorang Dalam buku yang berjudul The Future of an Illusion, Freudmengungkapkan bahwa agama dalam ciri-ciri psikologisnya adalah sebuah ilusi, yakni kepercayaan yang dasar utamanya adalah angan-angan (Wishfulfillment). Manusia lari kepada agama disebabkan oleh ketidakberdayaannya menghadapi bencana (seperti bencana alam, takut mati, keinginan agar manusia terbebaskandari siksaan manusia lainnya). Dari penjelasan diatas dapat diungkapkan bahwa orang melakukan prilaku beragama semata-mata didorong oleh keinginan untuk menghindari keadaan bahaya yang akan menimpa dirinya dan memberikan rasa aman bagi dirinya sendiri. Untuk keperluan itu manusia menciptakan Tuhan dalam fikirannya. Tuhan yang diciptakannya sendiri itulah yang akan disembahnya. Sementara bagaimana ritual penyembahan terhadap Tuhan sangat tergantung dari contoh-contoh yang diperlihatkan oleh orang-orang terlebih dahulu yangmelakukannya.
Komentar
Posting Komentar