Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

KAJIAN HISTORIS SEBAGAI PENDEKATAN DALAM KAJIAN KEISLAMAN

 1. PENDEKATAN HISTORIS Pendekatan historis merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau secara sistematis, bahwa pendekatan historis dalam kajian islam adalah usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang seluk-beluk atau hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam, baik berhubungan dengan ajaran, sejarah maupun praktik-praktik pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.  Pendekatan kesejarahan sangat dibutuhkan dalam studi Islam, karena Islam datang kepada seluruh manusia dalam situasi yang berkaitan dengan kondisi sosial kemasyarakatannya masing-masing. Yaitu bagaimana melakukan pengkajian terhadap berbagai studi keislaman dengan menggunakan pendekatan histories sebagai salah satu alat (metodologi) untuk menyatakan kebenaran dari objek kajian itu. Pentingnya pendekatan ini, mengingat karena rata-rata disiplin keilmuan dalam Islam tidak terlepas dari berbagai peristiw...

EPISTEMOLOGI MISTIS DAN SUFISTIK

 A. Mistis  Mistis adalah pengetahuan yang tidak rasional, yaitu pengetahuan (ajaran atau keyakinan) tentang Tuhan yang diperoleh melalui latihan meditasi atau latihan spiritual, bebas dari ketergantungan indera atau rasio. Pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang tidak dapat dipahami rasio. Dalam Islam yang termasuk pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang diperoleh melalui jalan tasawuf. Pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang diperoleh tidak melalui indera dan bukan melalui rasio. Pengetahuan ini diperoleh melalui rasa dan hati. Yang menjadi objek pengetahuan mistis ialah objek yang abstrak-supra-rasional, seperti alam gaib, Tuhan, malaikat, surga, neraka dan jin. Pada umumnya cara memperoleh pengetahuan mistis adalah latihan yang disebut dengan riyadhah (latihan), dari situlah manusia dapat memperoleh pencerahan, memperoleh pengetahuan. Kebenaran pengetahuan mistis diukur dengan berbagai ukuran. Ada kalanya ukuran kebenaran pengetahuan mistis itu kepercayaan. Jadi, ses...

Fenomenologi

A.Fenomenologi  Fenomenologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu phainomenon yang berarti sesuatu yang tampak, dan logos atau ilmu. Jadi, fenomenologi merupakan gejala atau apa yang menampakan diri pada kesadaran kita. Istilah fenomenologi pertama kali diperkenalkan oleh Edmund Husserl, seorang filsuf asal Jerman yang juga dikenal sebagai Bapak Fenomenologi pada awal abad ke-20 yang kemudian dikembangkan oleh para penerusnya di Gottingen dan Munich in Germany hingga bisa menyebar ke banyak negara. Fenomenologi lahir dan digunakan dalam studi agama sebagai sebuah metode penelitian ilmiah melawan pendekatan – pendekata teologis. Sejarah kemunculan awal fenomenologi berkembang pada abad ke-15 dan ke-16. Saat itu, terjadi perubahan terbesar dalam diri manusia terkait perspektif tentang dirinya. Pada masa sebelumnya, manusia cenderung memandang segala sesuatu dari sudut pandang ketuhanan. Kemudian, gelombang modernitas yang muncul berhasil mengubah cara pandang tersebut. Banyak filsuf yan...