Praktik Kehidupan Islami

A.    Al-Qur’an sebagai Sumber Materiil

Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad dengan perantara malaikat Jibril beserta lafal dan maknanya dan apabila membacanya akan mendapat pahala. Ajaran yang terkandung Al-Qur’an mengandung perintah-perintah dan larangan-larangan Allah swt. yang sempurna dan berlaku sepanjang zaman sampai hari kaiamat

            Pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan adalah :

1.     Sedekah

Bersedekah adalah suatu pemberian dari seorang muslim kepada orang lain secara sukarela tanpa adanya batasan waktu dan jumlah tertentu. Keutamaanya yaitu:

• Bersedekah tidak mengurangi rezeki

• Dapat mengurangi dosa-dosa

• Membantu pintu rezeki

• Dijauhkan dari api neraka

• Merupakan amal jariyah

2.     Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu bagi umat islam diterangkan bahwa Allah akan mengangkat derajat mereka yang menuntut ilmu beberapa kali lebih tinggi daripada yang tidak menuntut ilmu. Isyarat ini menandakan bahwa dengan ilmu lah manusia bisa menjadi lebih mulia. Keutamaan menuntut ilmu adalah:

• Menjadi orang yang mulia

• Termasuk golongan yang menegakkan islam

• Ilmu sebagai amal jariyah

3.     Menutup Aurot

Alasan Kenapa diwajibkan menutup aurat bagi umat islam:

1) Menghindarkan dosa, baik bagi pribadi yang menutup aurat juga bagi mereka yang

memandangnya.

2) Menghindarkan diri dari adzab Allah SWT.

3) Menjadi jalan untuk mencegah hawa nafsu khususnya yang berkaitan dengan lawa jenis.

4) Menjadi jalan untuk menghindarkan diri dari fitnah.

5) Menutup aurat bisa pula berfungsi sebagai penjaga diri, penutup aib dan kekurangan,

menghindarkan diri dari pengaruh buruk lingkungan pergaulan.

6) Menurut penelitian, menutup aurat juga baik bagi kesehatan sebab menjadi penghalang

sinar matahari jatuh langsung ke kulit seseorang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.    Hadits sebagai Sumber Materiil dalam Kehidupan Islami

Secara terminologis, kata hadìth berarti segala sabda, perbuatan, taqrìr dan hal-ihwal yang disandarkan kepada Nabi Muhammad. Hadis Nabi merupakan salah satu dari sumber ajaran Islam, tepatnya sumber ajaran Islam kedua.

1.     Fungsi dan Kedudukan Hadis

Jika hadis Nabi hanya berkedudukan sebagai sumber sejarah, maka perhatian ulama terhadap penelitian kesahihan hadis akan lain daripada yang ada saat ini. Kedudukan hadis, menurut kesepakatan mayoritas ulama, adalah sebagai salah satu sumber ajaran Islam. Akan tetapi, terdapat juga sekelompok kecil dan kalangan "ulama" dan umat Islam telah menolak hadis sebagai salah satu sumber ajaran Islam. Mereka ini biasa dikenal sebutan inkar al-Sunnah. Pada zaman Nabi, belum atau tidak ada bukti sejarah yang menjelaskan bahwa telah ada dari kalangan umat Islam yang menolak hadis sebagai salah satu sumber ajaran Islam. Dalam Alquran banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan bahwa hadis merupakan sumber ajaran Islam di samping Alquran.Jumlah ayat-ayat tersebut lebih dari lima puluh ayat.

2.     Pembagian Hadis

Kalangan ulama ada yang membedakan pengertian hadıs dan sunnah; dan ada pula yang menyamakannya. Sufyän al-Sauriy dikenal sebagaı Imäm fı al-sunnah, al-Auza'iy dikenal sebaliknya, sedangkan Malık ibn Anas dikenal sebagai Imam fi al-hadis wa al-sunnah.Oleh karena itu, di antara ulama ada yang mengatakan, pengertian hadıs lebıh umum daripada al-sunnah, dan ada ulama yang berpendapal sebaliknya. Selain itu, ada juga ulama yang berpendapat, hadis berisi petunjuk Nabi urıtuk tujuan praktis, sedang al-sunnah merupakaaı hukum tirıgkah laku, baik terjadi sekali saja maupun berulang kali, baik dılakukan oleh Nabi, sahabat nabi, tabi'in, maupun ulama lain pada umumnya. sunnah disamakan pengertıannya dengan istilah hadis sebagaimana yang dinyatakan oleh ulama hadis pada umumnya, yakni segala sabda, perbuatan, iaqrir, dan sifat Rasulullah saw.

           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Studi Islam

KAJIAN HISTORIS SEBAGAI PENDEKATAN DALAM KAJIAN KEISLAMAN