Postingan

KAJIAN HISTORIS SEBAGAI PENDEKATAN DALAM KAJIAN KEISLAMAN

 1. PENDEKATAN HISTORIS Pendekatan historis merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau secara sistematis, bahwa pendekatan historis dalam kajian islam adalah usaha sadar dan sistematis untuk mengetahui dan memahami serta membahas secara mendalam tentang seluk-beluk atau hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam, baik berhubungan dengan ajaran, sejarah maupun praktik-praktik pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.  Pendekatan kesejarahan sangat dibutuhkan dalam studi Islam, karena Islam datang kepada seluruh manusia dalam situasi yang berkaitan dengan kondisi sosial kemasyarakatannya masing-masing. Yaitu bagaimana melakukan pengkajian terhadap berbagai studi keislaman dengan menggunakan pendekatan histories sebagai salah satu alat (metodologi) untuk menyatakan kebenaran dari objek kajian itu. Pentingnya pendekatan ini, mengingat karena rata-rata disiplin keilmuan dalam Islam tidak terlepas dari berbagai peristiw...

EPISTEMOLOGI MISTIS DAN SUFISTIK

 A. Mistis  Mistis adalah pengetahuan yang tidak rasional, yaitu pengetahuan (ajaran atau keyakinan) tentang Tuhan yang diperoleh melalui latihan meditasi atau latihan spiritual, bebas dari ketergantungan indera atau rasio. Pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang tidak dapat dipahami rasio. Dalam Islam yang termasuk pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang diperoleh melalui jalan tasawuf. Pengetahuan mistis ialah pengetahuan yang diperoleh tidak melalui indera dan bukan melalui rasio. Pengetahuan ini diperoleh melalui rasa dan hati. Yang menjadi objek pengetahuan mistis ialah objek yang abstrak-supra-rasional, seperti alam gaib, Tuhan, malaikat, surga, neraka dan jin. Pada umumnya cara memperoleh pengetahuan mistis adalah latihan yang disebut dengan riyadhah (latihan), dari situlah manusia dapat memperoleh pencerahan, memperoleh pengetahuan. Kebenaran pengetahuan mistis diukur dengan berbagai ukuran. Ada kalanya ukuran kebenaran pengetahuan mistis itu kepercayaan. Jadi, ses...

Fenomenologi

A.Fenomenologi  Fenomenologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu phainomenon yang berarti sesuatu yang tampak, dan logos atau ilmu. Jadi, fenomenologi merupakan gejala atau apa yang menampakan diri pada kesadaran kita. Istilah fenomenologi pertama kali diperkenalkan oleh Edmund Husserl, seorang filsuf asal Jerman yang juga dikenal sebagai Bapak Fenomenologi pada awal abad ke-20 yang kemudian dikembangkan oleh para penerusnya di Gottingen dan Munich in Germany hingga bisa menyebar ke banyak negara. Fenomenologi lahir dan digunakan dalam studi agama sebagai sebuah metode penelitian ilmiah melawan pendekatan – pendekata teologis. Sejarah kemunculan awal fenomenologi berkembang pada abad ke-15 dan ke-16. Saat itu, terjadi perubahan terbesar dalam diri manusia terkait perspektif tentang dirinya. Pada masa sebelumnya, manusia cenderung memandang segala sesuatu dari sudut pandang ketuhanan. Kemudian, gelombang modernitas yang muncul berhasil mengubah cara pandang tersebut. Banyak filsuf yan...

PLURALISTIK RELIGIUS

 A. Pengertian Pluralistik Religius Perbincangan tentang konsep dan makna pluralistik religius agama masih banyak kesimpang siuran dan tidak menemui kata sepakat. Masing masing tokoh dari tinjauan ilmunya memiliki pemikiran serta pendapat berbeda mengenai arti dan makna Pluralisme Agama. 1. Definisi Pluralisme Jika merujuk ke asal bahasa Pluralisme berasal dari bahasa Inggris: pluralism, terdiri dari dua kata plural beragam dan isme paham yang apabila digabungkan memiliki arti beragam pemahaman, atau bermacam-macam paham, sebutan Pluralisme adalah termasuk kata yang ambigu dan memiliki banyak pengertian. Berdasarkan Webster's Revised Unabridged Dictionary (1913 + 1828) arti pluralism adalah: a. Hasil atau keadaan menjadi plural. b. Keadaan seorang pluralis; memiliki lebih dari satu tentang keyakinan gerejawi. c. Berarti beragam pemahaman, atau bermacam-macam paham. Posisi yang berhati-hati atas pluralisme tampak dalam tulisan Franz Magnis-Suseno (2006). Beliau tampaknya menerima pl...
  Pendekatan Psikologi dalam Studi Islam   Berhubungan dengan kajian studi Islam teori - teori psikologi digunakan untuk menjelaskan gejala - gejala lahiriyah orang beragama. Yang termasuk gejala - gejala kejiwaan yang berkaitan dengan agama seperti sikap orang beriman dan bertakwa, orang yang berbuat baik, orang yang jujur dan sebagainya. Selain itu psikologi juga dapat digunakan sebagai alat untuk memasukan agama kedalam jiwa seseorang sesuai dengan tingkat usianya. De ngan demikian pendekatan psikologi dalam studi agama digunakan sebagai alat untuk menjelaskan gejala atau sikap keagamaan seseorang Dalam buku yang berjudul The Future of an Illusion , Freud men gungkapkan bahwa agama dalam ciri -c iri psikologisnya adalah sebuah ilusi, yakni kepercayaan yang da sar utamanya adalah angan - angan (Wishfulfillment). Manusia la ri kepada agama disebabkan oleh ketidakberdayaannya menghadapi bencana (se perti bencana alam, takut mati, keinginan agar manusia terbebaskan dari ...