A.    Pengertian Antropologi

Kata Antropologi berasal dari bahasa Yunani, anthropos dan logos. Anthropos berarti manusia dan logos berarti pikiran atau ilmu. Secara sederhana, Antropologi dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari manusia.1 Menurut William A. Haviland, seorang antropolog Amerika, Antropologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari keanekaragaman manusia dan kebudayaanya.2 Dengan mempelajari dua kebudayaan tersebut, antropologi adalah studi yang membahas keanekaragaman persamaan dan perbedaan yang terjadi pada kehidupan manusia dan budaya yang ada disekitar mereka.

B.    Pandangan Budaya dan Islam Dalam Sudut Pandang Antropologi

Dalam konteks Agama, Antropologi mengamati keyakinan akan adanya kekuatan yang mempengaruhi kehidupan manusia yang berasal dari luar diri dan alam semesta yang tidak nampak oleh panca indera (supra-natural). Ketertarikan antropologi terhadap kehidupan beragama manusia inilah yang kemudian memunculkan disiplin antropologi agama. Dalam hal ini antropologi memandang bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan manusia. Masuknya antropologi dalam kajian agama ini didasari sebuah pemahaman akan adanya pertautan yang kuat antara agama dan budaya. Sebab bagaimanapun agama tidak akan selalu berada dalam realitas yang vakum dan selalu original.

C.    Pembauran Agama dan Budaya

 Dalam kamus besar bahasa Indonesia (1989), istilah akulturasi diartikan sebagai penyerapan yang terjadi oleh seorang individu atau sekelompok masyarakat, terhadap beberapa sifat tertentu dari kebudayaan kelompok lain sebagai akibat dari kontak atau interaksi dari kedua kelompok kebudayaan tersebut, sedangkan akulturasi budaya diartikan sebagai hasil interaksi manusia berupa pencampuran dari beberapa macam kebudayaan secara perlahan menuju bentuk budaya baru. Dari definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa akulturasi sama dengan kontak budaya yaitu bertemunya dua kebudayaan yang berbeda dan melebur menjadi satu, sehingga menghasilkan adanya kontak kebudayaan baru atau sebuah akulturasi yang menghasilkan bentuk-bentuk kebudayaan baru dan tidak melenyapkan kebudayaan aslinya. Mengenai pengertian tentang akulturasi, Koentjaraningrat dalam bukunya Pengantar Ilmu Antropologi (1990: 253-254) juga mengemukakan bahwa: Akulturasi adalah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian budaya itu sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Studi Islam

KAJIAN HISTORIS SEBAGAI PENDEKATAN DALAM KAJIAN KEISLAMAN